Jumat, 29 Agustus 2025 11:42:11 WIB

Teknologi Antarmuka Otak-Komputer Tiongkok Capai Terobosan dalam Lokalisasi Tumor Otak
Teknologi

Eko Satrio Wibowo

banner

Wang Mixia, Peneliti Asosiasi di Aerospace Information Research Institute (CMG)

Beijing, Radio Bharata Online - Tim peneliti yang dipimpin Tiongkok telah mencapai terobosan signifikan dalam teknologi antarmuka otak-komputer atau brain-computer interface (BCI), yakni uji klinis yang sukses untuk melokalisasi batas tumor otak yang mendalam secara presisi menggunakan susunan mikroelektroda implan.

Uji klinis ini dilakukan bersama oleh para peneliti dari Aerospace Information Research Institute (AIR) dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok atau Chinese Academy of Sciences (CAS) dan Rumah Sakit Afiliasi Pertama di Universitas Kedokteran Harbin pada seorang pasien glioma.

Sebelum operasi, pasien sering mengalami kebingungan bahasa akibat kompresi tumor otak. Setelah prosedur, ucapan pasien menjadi jelas dan lancar, sehingga meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.

Teknologi yang diimplementasikan selama operasi menyediakan panduan navigasi presisi tinggi dan real-time untuk melokalisasi lesi, yang menjanjikan reseksi tumor yang akurat sekaligus memaksimalkan perlindungan jaringan otak yang sehat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan retensi fungsi neurologis pascaoperasi.

Uji klinis itu merupakan yang pertama di dunia. Uji klinis ini menggunakan mikroelektroda BCI "NeuroDepth" yang dapat diaplikasikan secara klinis, yang dikembangkan secara independen oleh Aerospace Information Research Institute.

"Teknologi ini telah menembus batasan elektroda saraf tradisional, yang hanya dapat mendeteksi sinyal dari tumor berbasis kortikal. Elektroda kami dapat menangkap sinyal saraf di seluruh otak -- dari korteks hingga wilayah subkortikal dan bahkan struktur otak bagian dalam. Elektroda ini tidak hanya mampu mendeteksi sinyal neuro-elektrofisiologis tetapi juga memantau sinyal neurotransmiter, sehingga memberikan informasi yang lebih presisi," kata Wang Mixia, Peneliti Asosiasi di Aerospace Information Research Institute.

Tumor otak seperti glioma dan metastasis otak ditandai dengan insidensi, mortalitas, dan tingkat kekambuhan yang tinggi. Pola pertumbuhan infiltratifnya sering kali mengakibatkan kaburnya batas antara jaringan tumor dan jaringan otak yang sehat, sehingga penentuan batas tumor yang akurat menjadi krusial untuk reseksi bedah dan perencanaan radioterapi.

Oleh karena itu, keberhasilan penerapan NeuroDepth menawarkan harapan untuk penyembuhan penyakit-penyakit ini.

Tim peneliti menyatakan bahwa mereka akan memperluas area penerapan teknologi ini lebih lanjut bekerja sama dengan institusi medis. Rencana sedang disusun untuk memajukan teknologi BCI presisi tinggi guna membantu pasien tunanetra atau tuli mendapatkan kembali persepsi sensorik.

"Di sisi lain, kami juga memiliki rencana untuk mengintegrasikan teknologi intervensi vaskular guna mengembangkan antarmuka otak-komputer endovaskular. Inisiatif ini akan berfokus pada penelitian pemulihan fungsi motorik pada pasien lumpuh," ujar Wang.

Komentar

Berita Lainnya