Minggu, 24 Agustus 2025 10:10:41 WIB

Gunung Langya, Lokasi Syuting Film Perang Dunia II
Tiongkok

AP Wira

banner

Wisatawan menaiki kereta gantung untuk menjelajahi Gunung Langya di Kabupaten Yixian, Provinsi Hebei, Tiongkok utara, pada 17 Agustus 2025. /CGTN

HEBEI, Bharata Online - Gunung Langya, yang terletak di kaki timur Pegunungan Taihang di Provinsi Hebei, Tiongkok utara, menjadi lokasi syuting film "Lima Pahlawan Gunung Langya" – sebuah film klasik yang mengisahkan perlawanan Tiongkok terhadap agresi Jepang selama Perang Dunia II.

Bertengger di Puncak Qipantuo Gunung Langya, berdiri Monumen Lima Prajurit Gunung Langya di ketinggian 1.105 meter. Monumen ini merupakan bangunan tinggi yang memberikan penghormatan khidmat kepada lima prajurit Tentara Rute Kedelapan. Keberanian mereka yang luar biasa, yang ditempa di tengah kekacauan Perang Dunia II, terus bergema dalam sejarah.

Wisatawan mengunjungi Monumen Lima Prajurit Gunung Langya di Kabupaten Yixian, Provinsi Hebei, Tiongkok utara, pada 17 Agustus 2025. /CGTN

Wisatawan mengunjungi Monumen Lima Prajurit Gunung Langya di Kabupaten Yixian, Provinsi Hebei, Tiongkok utara, pada 17 Agustus 2025. /CGTN

Dibangun untuk menghormati pengorbanan terbesar mereka, monumen ini memperingati momen penting di tahun 1941 – momen yang mengukir nama mereka menjadi legenda. Dengan jumlah yang jauh lebih banyak, kelima prajurit tersebut berhasil menahan ribuan pasukan Jepang dan kolaborator mereka, mengulur waktu yang tak ternilai bagi mundurnya pasukan utama Tentara Rute Kedelapan dan warga sipil setempat dengan selamat. Tanpa harapan untuk menyerah, mereka memilih melompat dari tebing daripada ditangkap; keberanian mereka yang tak tergoyahkan sejak saat itu menjadi simbol abadi perlawanan gigih melawan agresi.

Pemandangan Gunung Langya terlihat di Kabupaten Yixian, Provinsi Hebei, Tiongkok utara pada 17 Agustus 2025. /CGTN

Pemandangan Gunung Langya terlihat di Kabupaten Yixian, Provinsi Hebei, Tiongkok utara pada 17 Agustus 2025. /CGTN

Kini, Gunung Langya lebih dari sekadar destinasi "wisata merah" yang tersohor – ia berdiri sebagai monumen spiritual yang mendalam. Ia menjadi pengingat abadi: hanya dengan mengenang sejarah kita dapat melangkah maju menuju masa depan, dan hanya dengan mewarisi semangat pantang menyerah para pahlawan kita dapat melangkah maju dengan tekad yang tak tergoyahkan. [CGTN]

Komentar

Berita Lainnya

Petani di wilayah Changfeng Tiongkok

Selasa, 4 Oktober 2022 14:51:7 WIB

banner
Pembalap Formula 1 asal Tiongkok Tiongkok

Selasa, 4 Oktober 2022 15:19:35 WIB

banner