Minggu, 24 Agustus 2025 10:55:25 WIB

Kedutaan Besar Tiongkok di AS Rayakan Kemenangan dalam Perang Dunia II dengan Pameran Seni Visual
Tiongkok

AP Wira

banner

Duta Besar Tiongkok untuk AS Xie Feng berpidato di acara "Gema Perdamaian" yang memperingati 80 tahun kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia di Washington, DC, AS, 20 Agustus 2025. /CMG

WASHINGTON DC, Bharata Online - Sebuah acara peringatan bertajuk "Gema Perdamaian" diadakan pada tanggal 20 Agustus di Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat, menandai peringatan 80 tahun kemenangan dalam Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia. 

Acara tersebut menampilkan pameran seni visual yang diselenggarakan bersama oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat dan China Media Group (CMG), yang menarik lebih dari 200 pengunjung dari komunitas bisnis, seni, media, dan akademis AS.

Duta Besar Tiongkok untuk AS, Xie Feng, menekankan pengorbanan dan kontribusi Tiongkok sebagai medan perang utama di Timur dalam Perang Dunia II. Ia mencatat bahwa Tiongkok telah bertahan selama 14 tahun, bertempur dalam lebih dari 200 pertempuran besar, dan menderita lebih dari 35 juta korban jiwa. Ia menekankan bahwa persahabatan yang terjalin di masa perang antara rakyat Tiongkok dan Amerika tetap menjadi sumber kekuatan abadi dalam hubungan bilateral, mengingatkan kedua belah pihak untuk menjunjung tinggi rasa saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan dalam mengejar masa depan yang lebih baik, karena sejarah telah menunjukkan bahwa kebencian dan konflik hanya membawa penderitaan. "Memastikan tragedi sejarah tidak akan pernah terulang adalah cara terbaik untuk menghormati para pahlawan yang telah gugur demi melindungi kebebasan, keadilan, dan perdamaian bagi umat manusia, dan menjaga buah kemenangan Perang Dunia II dan perdamaian dunia adalah cara terbaik untuk memperingati 80 Tahun Kemenangan Perang Anti-Fasis Dunia," ujarnya.

Presiden CMG Shen Haixiong menyampaikan pesan video, menekankan perlunya menimba kekuatan dari sejarah untuk bersama-sama mengatasi tantangan global. "Melalui karya-karya visual yang ditampilkan seperti 'Wings Over China: The Flying Tigers', 'The Secret Betrayal', dan 'The Sinking of the Lisbon Maru', kami berharap dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab yang lebih kuat untuk menjaga perdamaian dan memperdalam kerja sama internasional melalui integrasi ide, seni, dan teknologi," ujarnya.

Jeff Green, ketua Yayasan Warisan Penerbangan Tiongkok-Amerika, menyoroti peran Tiongkok sebagai medan tempur utama Timur dalam Perang Anti-Fasis Dunia, di mana Tiongkok menimbulkan kekalahan telak bagi tentara Jepang dan membantu menghentikan ekspansinya. Ia mengenang aksi solidaritas antara kedua negara di masa perang ketika penduduk desa Tiongkok mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan pilot-pilot Amerika yang jatuh dari pesawat Flying Tiger. "Persahabatan lintas batas ini memancarkan rasa kemanusiaan dan tetap menjadi jembatan antara kedua negara kita," ujarnya.

David Frazer, seorang pelukis Amerika ternama dan profesor di Sekolah Desain Rhode Island, mengenang bagaimana Tiongkok dan AS berdiri bersama sebagai sekutu selama Perang Dunia II dan menyuarakan harapan bahwa pertukaran budaya akan membantu meneruskan semangat solidaritas mereka dan memperdalam saling pengertian di dunia saat ini.

CMG mempersembahkan film dokumenter terbarunya, "Wings Over China: The Flying Tigers", dalam acara tersebut, disertai dengan pameran holografik yang dengan gamblang menggambarkan kembali momen-momen penting dari perang perlawanan Tiongkok dan perjuangan anti-fasis global. Lukisan-lukisan karya 20 seniman dari Tiongkok dan Amerika Serikat, dengan tema "Perdamaian Abadi, Tiongkok yang Indah", juga dipamerkan. Mahasiswa dan musisi muda dari beberapa universitas di Amerika membawakan lagu-lagu seperti "Ode to Peace", "I Love You, China", dan "Auld Lang Syne", yang mencerminkan komitmen generasi muda untuk menjaga persahabatan Tiongkok-Amerika. [cgtn]

Komentar

Berita Lainnya

Petani di wilayah Changfeng Tiongkok

Selasa, 4 Oktober 2022 14:51:7 WIB

banner
Pembalap Formula 1 asal Tiongkok Tiongkok

Selasa, 4 Oktober 2022 15:19:35 WIB

banner