
Minggu, 24 Agustus 2025 20:2:14 WIB
Peluang dan Tantangan Media dari Negara Selatan - Global pada Era AI
Tiongkok
Endro Maryono

Prof. Dianling Huang dari Communication University of China (Bharata Online)
SANYA, Radio Bharata Online - Saat ini Kecerdasan Buatan sudah menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari kehidupan normal dalam banyak aktivitas. Aplikasinya yang terintegrasi dengan perangkat yang digunakan sehari-hari, semakin memudahkan mengerjakan banyak hal, mulai dari sekedar browsing, memasak, membersihkan rumah sampai berkendara dan merencanakan liburan, menjadi lebih mudah dan efisien.
Perkembangan pesat kecerdasan buatan atau AI juga telah membuka pintu bagi berbagai peluang baru bagi industri media. AI bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan mitra strategis yang mampu mengubah cara media beroperasi dan berinteraksi dengan audiensnya.
Dalam seminar yang bertemakan Peluang Dan Tantangan Media Di Era AI, pada kegiatan hari terakhir China Walk: Vibrant Hainan, di Sanya, Sabtu 23 Agustus 2025, Prof. Dianling Huang dari Communication University of China, menjelaskan bahwa kehadiran AI selain membawa peluang, sekaligus juga menghadirkan tantangan dalam berbagai aplikasinya.
AI memungkinkan media untuk menganalisis perilaku, minat, dan preferensi audiens secara mendalam. Dengan data ini, media dapat menyajikan konten yang sangat personal dan relevan bagi setiap individu. Misalnya, algoritma AI dapat merekomendasikan artikel, video, atau podcast yang sesuai dengan riwayat penelusuran pembaca. Personalisasi ini juga berlaku untuk iklan, di mana AI dapat menayangkan iklan yang spesifik kepada audiens yang paling berpotensi untuk tertarik. Hasilnya, pengalaman pengguna menjadi lebih baik dan efektivitas iklan pun meningkat.
AI dapat mengotomatisasi banyak tugas rutin dalam proses produksi media, seperti penulisan ringkasan berita, transkripsi wawancara, dan pengeditan video. Alat AI generatif bahkan dapat membantu jurnalis menghasilkan draf awal artikel atau laporan berdasarkan data yang diberikan. Otomatisasi ini membebaskan waktu para profesional media untuk fokus pada pekerjaan yang lebih kompleks, seperti investigasi mendalam, analisis kritis, dan interaksi langsung dengan komunitas.
AI membantu media untuk mengidentifikasi tren topik yang sedang populer dan mengoptimalkan konten, agar lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari. Selain itu, alat AI dapat menerjemahkan artikel atau video ke berbagai bahasa dengan cepat, memungkinkan media untuk menjangkau audiens global tanpa hambatan bahasa.
Namun Prof. Huang juga mengingatkan, bahwa di balik peluang yang menjanjikan, kehadiran AI juga membawa sejumlah tantangan serius yang perlu dihadapi oleh industri media.
Salah satu tantangan terbesar adalah risiko penyebaran informasi yang salah (misinformasi dan disinformasi). Alat AI generatif dapat digunakan untuk membuat konten palsu yang terlihat sangat meyakinkan, termasuk "deepfake" berupa video atau audio. Hal ini mengancam kredibilitas media dan kepercayaan publik. Media harus berinvestasi dalam teknologi, untuk mendeteksi konten palsu dan melatih jurnalis, untuk memverifikasi informasi dengan lebih cermat.
Menurutnya, ketergantungan berlebihan pada AI dapat mengurangi peran manusia dalam proses kreatif. Jurnalis, editor, dan produser harus terus mengasah keterampilan mereka agar tidak tergantikan oleh mesin. Selain itu, mereka juga harus belajar cara menggunakan AI sebagai alat bantu yang efektif, bukan sekadar menggantungkan diri padanya. Kesenjangan keterampilan ini menjadi tantangan besar bagi banyak organisasi media.
Saat AI mampu mengotomatisasi banyak hal, model bisnis media tradisional mutlak perlu beradaptasi. Nilai yang ditawarkan media tidak lagi hanya sebatas kecepatan, melainkan juga kualitas, kedalaman analisis, dan keunikan konten yang tidak dapat dihasilkan oleh AI. Media harus menemukan cara baru, untuk memonetisasi konten dan layanan mereka, misalnya dengan menawarkan konten premium atau langganan yang didukung oleh analisis AI.
Secara keseluruhan, era AI adalah waktu yang penuh dinamika bagi media. Dengan memanfaatkan peluang sambil mengatasi tantangannya, industri media dapat terus berkembang dan mempertahankan perannya, sebagai pilar informasi yang kredibel dan relevan bagi masyarakat.
Komentar
Berita Lainnya
Produsen kereta api Tiongkok, CRRC Changke Co., Ltd. membuat generasi baru kereta antarkota hibrida di Tiongkok pada Minggu (2/10). Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 14:26:6 WIB

Wakil Duta Besar Tiongkok untuk PBB Geng Shuang pada hari Jumat 30 September lalu mengatakan Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 14:48:4 WIB

Petani di wilayah Changfeng Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 14:51:7 WIB

Pembalap Formula 1 asal Tiongkok Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 15:19:35 WIB

Tiongkok mendesak AS untuk mengakhiri kekerasan polisi terhadap orang kulit hitam Amerika selama sesi PBB Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 16:45:29 WIB

Pemasangan Atap Beton Pertama Terowongan Jalan Raya Terpanjang di Provinsi Jiangsu Tiongkok Telah dimulai Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 17:25:54 WIB

Tiongkok ingin mengoptimalkan struktur ekonomi negara Tiongkok
Selasa, 4 Oktober 2022 17:30:30 WIB
