
Jumat, 29 Agustus 2025 11:10:31 WIB
AI Bantu Pengobatan Tradisional Tiongkok Berkembang ke Negara-negara Anggota SCO
Kesehatan
Eko Satrio Wibowo

Chen Chaoxiang, Wakil Presiden Eksekutif Institut AI untuk TCM di Universitas Zhejiang Shuren (CMG)
Hangzhou, Radio Bharata Online - Sekelompok peneliti di Hangzhou, pusat AI utama di Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, telah mengembangkan seperangkat peralatan diagnostik pengobatan tradisional Tiongkok atau traditional Chinese medicine (TCM) bertenaga AI yang menawarkan hasil yang lebih objektif, memfasilitasi pertukaran TCM antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai atau Shanghai Cooperation Organization(SCO) dan memperluas pengaruh globalnya dengan mengatasi hambatan bahasa dan budaya.
Dalam TCM, "melihat, mendengar, bertanya, dan merasakan" adalah empat metode diagnostik yang dilakukan oleh dokter. Namun, peralatan diagnostik bertenaga AI, yang dikembangkan bersama oleh Universitas Shuren Zhejiang dan perusahaan AI lokal, Congbao Technology, juga dapat melakukan metode tersebut.
Dengan waktu penyelesaian tes antara tiga hingga empat menit, peralatan ini memberikan analisis yang lebih objektif, meskipun tidak secepat dokter manusia. Selain itu, peralatan tersebut dapat memberikan saran diagnostik dan menyimpan data secara efisien.
"Perangkat keras ini dapat melakukan 'melihat, mendengar, bertanya, dan merasakan' serta menyimpan data besar untuk dianalisis. Perangkat ini tidak hanya membantu dokter dalam membuat diagnosis, tetapi juga membantu orang dalam pencegahan diri," kata Chen Chaoxiang, Wakil Presiden Eksekutif Institut AI untuk TCM di Universitas Zhejiang Shuren.
Peralatan bertenaga AI itu kini mempercepat jangkauan global TCM. Dalam program kolaborasi internasional baru-baru ini, Universitas Zhejiang Shuren telah bermitra dengan para akademisi di Belarus untuk memperkenalkan peralatan tersebut ke negara tersebut tahun ini.
"Sekarang kami memiliki berbagai departemen TCM di rumah sakit nasional di Minsk dan kota-kota lain, dan orang-orang mulai semakin banyak menggunakannya. Jadi, informasi tentangnya semakin berkembang dan orang-orang mulai menggunakannya lebih banyak lagi," ujar Sergey Ablameyko, Eks Presiden Universitas Negeri Belarus.
Lebih lanjut, TCM terus mendapatkan popularitas di seluruh dunia. SCO telah secara aktif mendorong pertukaran TCM di antara negara-negara anggotanya selama bertahun-tahun. Contoh penting adalah pengoperasian pusat pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) di Uzbekistan, yang telah memberikan perawatan kepada 15.000 pasien dan melatih lebih dari 500 tenaga medis profesional. Dengan integrasi AI, TCM siap memperluas pengaruh globalnya lebih jauh lagi.
"Personalisasi memang berbeda di setiap negara. Namun, bagaimana cara mengatasi masalah ini? Jadi, AI adalah solusi yang tepat. Sangat sulit untuk membuat orang seperti Belarus memahami apa itu TCM, tetapi lebih mudah untuk memahami AI," ujar Gu Gaosheng, CEO Congbao Technology.
Peralatan diagnostik bertenaga AI ini juga akan diperkenalkan ke pasar Rusia dan Asia Tengah.
Komentar
Berita Lainnya
Singapura dihadang subvarian Omicron baru yakni XBB Yang kembali meningkat hingga melampaui 9 ribu kasus per hari Kesehatan
Senin, 17 Oktober 2022 10:23:40 WIB

Presiden RI Joko Widodo mengatakan pandemi COVID-19 tidak hanya menjadi masalah kesehatan global yang besar Kesehatan
Senin, 17 Oktober 2022 13:43:44 WIB

Tidak jarang beredar mitos terkait penyebab kanker payudara pada wanita Kesehatan
Selasa, 18 Oktober 2022 9:49:9 WIB

Terkait laporan adanya 192 kasus gagal ginjal akut misterius di Indonesia Kesehatan
Rabu, 19 Oktober 2022 8:56:53 WIB

Dalam upaya menangani kasus gagal ginjal akut pada anak Kesehatan
Rabu, 26 Oktober 2022 16:21:29 WIB

Banyak orang merasa menurunkan berat badan begitu sulit Memutuskan apa yang harus dimasak setiap hari juga sulit Kesehatan
Minggu, 6 November 2022 7:42:35 WIB

Delta Sungai Yangtze kini menjadi salah satu pusat ekonomi di Tiongkok Kesehatan
Sabtu, 27 Agustus 2022 1:59:36 WIB